Grab
Grab
Grabe Grabe Grabe

120 Ribu Warga Maros Terdampak Kekeringan, Pemkab Turunkan Satgas Air Bersih

banner 120x600
banner 468x60

Maros – Musim kemarau panjang yang melanda Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, membawa dampak serius bagi kehidupan masyarakat. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maros, tercatat sekitar 120 ribu jiwa terdampak kekeringan akibat minimnya curah hujan sejak dua bulan terakhir.

120 Ribu Warga Maros Krisis Air Bersih, Pemkab Turunkan Satgas –  MAROSINFO.com
120 Ribu Warga Maros Terdampak Kekeringan, Pemkab Turunkan Satgas Air Bersih

Sejumlah kecamatan, terutama di wilayah pesisir dan dataran tinggi, mengalami kesulitan air bersih. Warga terpaksa menempuh jarak jauh hanya untuk mendapatkan air layak konsumsi, sementara sebagian lainnya mengandalkan sumur yang debitnya semakin menurun.

banner 325x300

Menghadapi situasi ini, Pemerintah Kabupaten Maros segera menurunkan Satuan Tugas (Satgas) Air Bersih yang terdiri dari BPBD, Dinas Sosial, Dinas PUPR, serta aparat kecamatan. Tim tersebut bertugas menyalurkan air bersih dengan mobil tangki ke daerah-daerah yang paling terdampak.

Baca Juga : 532 Santri Tahfidz Al-Qur’an Ilmul Yaqin Maros Terima MBG

Bupati Maros, H.A.S. Chaidir Syam, menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam melihat kesulitan masyarakat. Menurutnya, penyediaan air bersih menjadi prioritas utama, selain juga memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terjaga.

“Kekeringan tahun ini memang cukup parah. Karena itu, kami turunkan Satgas Air Bersih untuk menjamin ketersediaan air minum bagi warga. Kami juga membuka posko aduan agar distribusi tepat sasaran,” ujar Chaidir, Jumat (5/9/2025).

Pemkab Maros Fokus Selamatkan Warga dari Krisis Air

Selain distribusi air, Pemkab Maros juga menjajaki kerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang untuk memanfaatkan jaringan irigasi dalam penyediaan sumber air alternatif. Upaya ini diharapkan bisa mengurangi beban masyarakat yang selama ini sangat bergantung pada sumur gali dan tadah hujan.

Kepala BPBD Maros, Irwan, menambahkan bahwa distribusi air bersih akan dilakukan secara bergilir di 14 kecamatan terdampak. Setiap tangki berkapasitas 5.000 liter ditargetkan melayani 3–4 desa per hari. Ia juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan air secara bijak dan mengantisipasi potensi kebakaran lahan yang sering meningkat saat musim kering.

Sementara itu, warga Desa Bontoa, Rahmawati, mengaku lega dengan hadirnya mobil tangki air bersih. “Sudah dua minggu sumur kami kering. Alhamdulillah ada bantuan air, meski kami tetap berharap solusi jangka panjang seperti sumur bor,” katanya.

Pemkab Maros menegaskan akan terus memantau perkembangan kondisi cuaca bersama BMKG. Jika musim kering masih berlanjut, pemerintah berencana menambah armada tangki dan memperluas cakupan distribusi agar tidak ada warga yang terabaikan.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *