Maros – Selama empat pekan terakhir, situasi di Jalan Poros Maros–Pangkep, khususnya di wilayah Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, menjadi mencekam akibat maraknya tawuran antara geng motor dan kelompok pemuda setempat. Kejadian ini berlangsung hampir setiap akhir pekan pada malam hari dan menimbulkan ketakutan mendalam di kalangan warga.

Video yang memperlihatkan aksi saling serang hingga ke dalam permukiman warga pun viral di media sosial, memperlihatkan situasi kacau dan tidak terkendali. Dalam rekaman tersebut tampak sekelompok remaja bersenjata busur dan balok kayu berlarian sambil menyerang kelompok lainnya.
Tawuran Meluas ke Pemukiman Warga
Bentrok yang awalnya terjadi di jalan utama kini merambah ke dalam lingkungan pemukiman warga. Banyak rumah menjadi sasaran lemparan batu, sementara sejumlah kendaraan warga mengalami kerusakan akibat aksi brutal para pelaku. Warga sekitar mengaku ketakutan dan memilih mengunci pintu rapat-rapat saat malam tiba.
Baca Juga : Green SM Taksi ‘Panaskan’ Persaingan, Driver Online: Potensi Timbulkan Persoalan Sosial
Beberapa di antara mereka bahkan terpaksa mengungsi sementara ke rumah kerabat di luar kawasan Lau demi menghindari risiko menjadi korban salah sasaran. Kondisi ini membuat aktivitas malam warga lumpuh, karena hampir semua memilih tidak keluar rumah begitu malam menjelang.
Pelaku Membawa Senjata Tajam dan Busur
Yang membuat situasi semakin mengkhawatirkan, para pelaku tawuran diketahui membawa senjata tajam seperti parang, badik, hingga busur panah rakitan. Beberapa peluru busur ditemukan berserakan di jalan usai bentrok. Warga menyebut, dentuman busur yang dilepaskan ke udara menjadi sinyal awal dimulainya bentrok antar kelompok. Tidak sedikit pelaku masih berusia remaja bahkan pelajar sekolah menengah. Aksi nekat mereka kerap dilakukan secara tiba-tiba tanpa alasan jelas, hanya karena saling ejek di media sosial atau saat berpapasan di jalan.
Warga Minta Polisi Bertindak Tegas
Meningkatnya intensitas tawuran ini membuat warga mendesak aparat kepolisian segera bertindak tegas. Mereka berharap Polres Maros dan Polres Pangkep melakukan patroli rutin di sepanjang jalan poros serta memperketat pengawasan pada malam hari. Warga juga meminta pelaku yang sudah tertangkap diberi sanksi tegas agar menimbulkan efek jera. Selain itu, tokoh masyarakat setempat mendesak agar pemerintah daerah bersama aparat keamanan menggelar pembinaan dan sosialisasi bahaya tawuran ke sekolah-sekolah, mengingat sebagian besar pelaku masih remaja. Mereka menilai tindakan pencegahan jauh lebih penting agar kondisi keamanan bisa kembali pulih dan warga dapat beraktivitas dengan tenang.


















