Maros – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros menggelar kegiatan unik dalam rangka memperingati World Clean Up Day, Jumat (26/9/2025). Bertempat di Pasar Tradisional Modern (Tramo), Kecamatan Turikale, warga diajak menukar sampah yang mereka kumpulkan dengan bahan pokok berupa beras. Aksi ini langsung menarik perhatian masyarakat yang berbondong-bondong datang membawa sampah dari rumah masing-masing untuk kemudian ditimbang dan ditukar dengan beras sesuai ketentuan.
Antusiasme Masyarakat Membludak
Sejak pagi, ratusan warga telah memadati area Pasar Tramo. Mereka membawa berbagai jenis sampah, mulai dari plastik, botol bekas, hingga sampah rumah tangga yang telah dipilah. Semangat masyarakat begitu tinggi karena selain mendapatkan beras, mereka juga merasa ikut berkontribusi menjaga kebersihan lingkungan. Sejumlah warga mengaku senang dengan program ini karena sekaligus meringankan beban kebutuhan pokok di tengah harga bahan pangan yang fluktuatif.
Dorong Kesadaran Lingkungan
Bupati Maros dalam sambutannya menegaskan bahwa program ini tidak hanya sekadar berbagi sembako, tetapi juga menjadi upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah. Menurutnya, sampah yang dikelola dengan baik bisa bernilai ekonomis, sementara jika dibiarkan akan merusak lingkungan. Pemkab Maros berkomitmen menjadikan aksi ini sebagai kegiatan rutin agar masyarakat terbiasa memilah sampah sejak dari rumah.
Baca Juga : 4.862 PPPK Paruh Waktu di Maros Belum Terima Kenaikan Gaji, Tunggu APBD 2026
Kolaborasi untuk Maros Bersih
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari sejumlah komunitas peduli lingkungan, pelajar, hingga pelaku usaha di sekitar pasar. Kolaborasi ini memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama. Dengan adanya sinergi semua pihak, diharapkan Maros bisa menjadi kabupaten yang lebih bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali.
Harapan Ke Depan
Masyarakat berharap kegiatan tukar sampah dengan sembako tidak berhenti hanya pada momen World Clean Up Day, melainkan bisa terus berlanjut secara berkala. Selain membantu perekonomian warga, program ini juga efektif mengurangi volume sampah yang menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Jika dijalankan konsisten, Maros bukan hanya dikenal sebagai daerah dengan pasar modern, tetapi juga sebagai kabupaten yang berhasil mengelola sampah berbasis partisipasi masyarakat.


















