Grab
Grab
Grabe Grabe Grabe

Geger 3 Ular Sanca-Cecak Masuk Permukiman Warga di Tanralili Maros

banner 120x600
banner 468x60

 Maros – Warga Dusun Carangki Selatan, Desa Lekopancing, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, digegerkan dengan kemunculan tiga ekor ular yang masuk ke area permukiman. Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (27/9/2025) malam ini membuat warga panik dan segera melapor ke pihak berwenang.

Ular Sanca Sepanjang 4 Meter Masuk Permukiman Warga Gerongan Maron - Radar  Bromo
Geger 3 Ular Sanca-Cecak Masuk Permukiman Warga di Tanralili Maros

Dua Ular Sanca dan Satu Ular Cecak

Menurut laporan, jenis ular yang ditemukan terdiri dari dua ekor ular sanca batik dan seekor ular cecak atau lycodon capucinus. Ketiga ular tersebut terpantau berada di sekitar rumah warga dan berukuran cukup besar, sehingga menimbulkan kekhawatiran tersendiri.

banner 325x300

“Warga melapor karena khawatir ular bisa masuk ke dalam rumah. Setelah dilakukan penyisiran, ditemukan dua ekor ular sanca batik dan satu ular cecak di sekitar pekarangan,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Maros, Jufri Samad, Minggu (28/9/2025).

Baca Juga : Geger Ular King Kobra 2 Meter Muncul Dalam Kamar Rumah di Maros 


Evakuasi oleh Tim Animal Rescue

Mendapat laporan, tim Animal Rescue Damkar Maros segera diterjunkan ke lokasi. Sebanyak lima personel dikerahkan dengan membawa peralatan khusus seperti grabstick untuk mengevakuasi ular.

Proses evakuasi berlangsung hati-hati mengingat ukuran ular yang cukup besar dan lokasinya berada dekat rumah warga. “Alhamdulillah, ketiga ular berhasil diamankan tanpa ada korban,” jelas Jufri.


Warga Diminta Waspada

Kemunculan ular di kawasan permukiman ini diduga akibat habitat alami yang terganggu, ditambah curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut memicu satwa liar berpindah mencari tempat yang lebih kering dan sumber makanan.

“Kami imbau masyarakat agar tetap waspada, terutama di musim hujan. Bersihkan pekarangan, jangan menumpuk sampah atau barang bekas yang bisa menjadi tempat persembunyian ular,” tambah Jufri.


Rencana Pelepasan Satwa

Setelah berhasil dievakuasi, ular-ular tersebut akan dilepas kembali ke habitat yang lebih aman dan jauh dari permukiman. Proses pelepasan dilakukan berkoordinasi dengan pihak terkait agar satwa tetap bisa hidup di alam tanpa mengganggu aktivitas warga.

“Kami tidak membunuh ular, hanya memindahkan ke tempat yang lebih sesuai. Semua satwa liar punya peran penting di ekosistem,” tegas Jufri.


Reaksi Warga

Warga setempat mengaku lega atas respons cepat tim Damkar. Mereka berharap pemerintah daerah bisa lebih rutin melakukan patroli atau sosialisasi mengenai penanganan satwa liar. “Kalau ada kejadian begini, warga jadi tenang karena tahu ada yang siap membantu,” ujar salah seorang warga.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *