Maros – Warga Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dikejutkan dengan aksi rombongan pengantar jenazah yang melakukan konvoi ugal-ugalan di jalan raya. Lebih mengejutkan lagi, salah satu pengantar terekam kamera hanya mengenakan celana dalam saat melintas di Jalan Poros Makassar-Maros, Kecamatan Mandai, Minggu (28/9/2025) malam.

Video kejadian tersebut cepat menyebar luas di media sosial dan menuai banyak kecaman. Netizen menyoroti aksi berbahaya dan tidak pantas yang dilakukan rombongan pengantar jenazah tersebut, karena tidak hanya membahayakan pengguna jalan lain, tetapi juga dinilai mencederai nilai kesopanan dan etika.
Polisi Turun Tangan
Kapolres Maros, AKBP Douglas Mahendrajaya, membenarkan adanya peristiwa itu. Ia menyampaikan bahwa pihaknya langsung menurunkan personel untuk melakukan penyelidikan dan mengidentifikasi para pelaku yang terlibat. “Kami sudah kerahkan tim untuk menelusuri video yang beredar. Peristiwa ini sedang dalam proses penyelidikan,” tegasnya.
Douglas menambahkan, aparat kepolisian akan menindak tegas setiap aksi yang membahayakan keselamatan di jalan raya, termasuk konvoi yang tidak sesuai aturan. Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan berlebihan dalam prosesi pengantaran jenazah.
Baca Juga : Polisi Bubarkan Balap Liar Jadi Ajang Taruhan di Maros, 10 Pemuda Diamankan
Reaksi Publik dan Nilai Sosial
Aksi pengantar jenazah dengan cara ugal-ugalan bukan pertama kali terjadi di Sulawesi Selatan. Namun, kali ini perhatian publik semakin besar karena adanya pengantar yang nyaris bugil, hanya mengenakan celana dalam, saat berada di jalan umum.
Banyak pihak menilai kejadian tersebut mencoreng nilai kesopanan, terutama karena dilakukan dalam konteks prosesi pengantaran jenazah yang semestinya berlangsung dengan khidmat. Warga berharap aparat dapat memberikan efek jera agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
Imbauan Kepada Masyarakat
Pihak kepolisian mengingatkan bahwa konvoi pengantar jenazah harus tetap menghormati pengguna jalan lain. Keselamatan dan ketertiban lalu lintas menjadi prioritas utama. Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan aksi berlebihan yang justru membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Kasus viral ini diharapkan dapat menjadi pelajaran penting bagi masyarakat luas. Menghormati prosesi pengantaran jenazah tidak hanya tentang tradisi, tetapi juga bagaimana tetap menjaga ketertiban, sopan santun, dan keselamatan bersama di ruang publik.


















