Maros – Peristiwa tragis menimpa seorang bocah laki-laki berinisial FA (6) di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. FA ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam saat mandi di sebuah sungai yang berada di Dusun Lekoala, Desa Borikamase, Kecamatan Maros Baru, Selasa (30/9/2025) sore.

Kasubsi Penmas Polres Maros, Ipda Marwan Afriady, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, korban hanyut terseret arus ketika tengah mandi bersama teman sebayanya sekitar pukul 17.00 Wita. “Korban seorang bocah pria masih berusia 6 tahun. Ia terseret arus saat mandi di sungai bersama temannya,” ujar Ipda Marwan kepada wartawan, Selasa malam.
Berdasarkan keterangan warga, awalnya korban terlihat bermain air bersama sejumlah temannya di tepian sungai. Namun tanpa disadari, FA masuk ke bagian sungai yang lebih dalam dengan arus cukup deras. Dalam sekejap, tubuhnya terseret arus dan menghilang dari pandangan.
Baca Juga : Geger Kakek di Maros Ditemukan Sisa Kerangka di Sungai Usai Sebulan Hilang
Teman-teman korban yang panik segera meminta pertolongan warga sekitar. Sejumlah orang kemudian melakukan pencarian dengan menyusuri aliran sungai. Tidak lama kemudian, tubuh korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Jenazah FA kemudian dievakuasi ke rumah duka untuk disemayamkan.
Asyik Bermain di Sungai, Bocah di Maros Kehilangan Nyawa
Kejadian ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban maupun warga sekitar. Pihak kepolisian mengimbau orang tua agar lebih waspada dan mengawasi anak-anaknya ketika bermain, terutama di lokasi berbahaya seperti sungai, bendungan, atau saluran irigasi.
“Tentunya ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Orang tua harus selalu memperhatikan aktivitas anak-anaknya, apalagi saat berada di tempat yang rawan seperti sungai. Keselamatan anak harus menjadi prioritas utama,” tambah Ipda Marwan.
Musibah tenggelamnya FA menambah daftar panjang kasus serupa yang kerap terjadi di wilayah Sulsel. Minimnya pengawasan, rasa penasaran anak, dan kondisi sungai dengan arus deras sering kali menjadi penyebab terjadinya tragedi.
Masyarakat pun diingatkan untuk lebih berhati-hati dan tidak mengizinkan anak-anak mandi atau bermain di sungai tanpa pengawasan orang dewasa. Selain itu, diharapkan adanya langkah antisipasi dari pemerintah desa setempat, seperti pemasangan papan peringatan atau upaya pengamanan di titik-titik rawan sungai.


















