Maros – Kabupaten Maros kembali menunjukkan kualitas sumber daya manusianya. Hal ini dibuktikan dengan terpilihnya sepuluh putra-putri terbaik daerah tersebut dalam Program Asistensi Bisnis Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang digagas oleh Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia. Program ini merupakan bentuk pendampingan dan penguatan kapasitas bagi generasi muda dalam mengembangkan bisnis koperasi di tingkat desa maupun kelurahan.

Daftar Peserta dari Maros
Berdasarkan lampiran keputusan Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi, terdapat sepuluh nama asal Maros yang resmi masuk dalam daftar peserta, yakni:
- A. Mattotorang
- Andi Dewi Riawan
- Andry Ridwan
- Muhammad Taufiq Hidayat
- Nur Hasanah
- Nuraida
- Randiansyah
- Rohandy Rahim
- Sry Febrianti
- Yunus Anugrah Sani
Keberhasilan mereka masuk dalam program ini sekaligus menjadi bukti bahwa Maros memiliki sumber daya manusia yang unggul dan siap bersaing di tingkat nasional.
Program Strategis untuk Koperasi Desa/Kelurahan
Program Asistensi Bisnis Koperasi Merah Putih bertujuan memperkuat peran koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Peserta yang lolos akan mendapatkan pelatihan, pembimbingan usaha, hingga dukungan strategi pengelolaan koperasi yang profesional dan berdaya saing. Diharapkan, melalui program ini, para peserta dapat menjadi motor penggerak dalam membangun ekonomi desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Baca Juga : Pemerintah Akan Gratiskan Biaya SIM bagi Sopir
Kebanggaan dan Harapan untuk Maros
Terpilihnya sepuluh putra-putri Maros dalam program ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Mereka dinilai membawa kebanggaan tersendiri sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya di Kabupaten Maros untuk terus mengasah kemampuan dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Dengan semangat kolaborasi dan pendampingan yang diberikan pemerintah pusat, diharapkan peserta asal Maros mampu mengimplementasikan ilmu yang didapatkan untuk memperkuat koperasi di desa dan kelurahan masing-masing. Ke depan, keberhasilan ini diyakini akan membawa dampak positif bagi perkembangan ekonomi kerakyatan, tidak hanya di Maros, tetapi juga di Sulawesi Selatan secara umum.


















