Maros – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sufirman, menegaskan bahwa peringatan Hari Sumpah Pemuda harus menjadi momentum penting bagi generasi muda untuk merefleksikan kembali peran strategis mereka dalam menjaga dan mengawal demokrasi di Indonesia, khususnya di Kabupaten Maros.

Pemuda Sebagai Penjaga Demokrasi
Dalam kegiatan Bincang Napak Tilas Sumpah Pemuda 1928 yang digelar di Maros, Selasa (28/10), Sufirman menyampaikan bahwa semangat Sumpah Pemuda tidak hanya relevan dalam konteks kebangsaan, tetapi juga dalam memperkuat nilai-nilai demokrasi.
“Pemuda memiliki energi, idealisme, dan akses terhadap teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk mengawal demokrasi secara lebih efektif. Mereka adalah agen perubahan yang dapat mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam proses politik,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan pemuda dalam mengawasi jalannya tahapan pemilu agar prinsip keadilan dan transparansi tetap terjaga. Menurutnya, partisipasi generasi muda bukan hanya sebagai pemilih, tetapi juga sebagai pengawas partisipatif yang dapat menjadi mitra strategis Bawaslu di lapangan.
Baca Juga : Wali Kota Makassar komitmen melindungi pesantren dan santri di Sitarupa 2025
Dorong Partisipasi dan Literasi Politik
Sufirman juga mengajak organisasi kepemudaan, mahasiswa, dan komunitas sosial untuk memperkuat literasi politik di masyarakat. Pemahaman yang baik tentang hak dan kewajiban warga negara dalam pemilu, katanya, menjadi pondasi bagi terciptanya demokrasi yang sehat dan inklusif.
“Dengan literasi politik yang kuat, pemuda dapat membedakan antara politik uang dan politik gagasan. Ini yang akan menentukan kualitas demokrasi kita ke depan,” tutur Sufirman.
Selain itu, ia menilai perkembangan teknologi informasi memberikan peluang besar bagi pemuda untuk berperan lebih luas dalam mengawasi proses demokrasi, terutama dalam melawan disinformasi dan hoaks politik yang marak menjelang pemilu.
Harapan untuk Generasi Muda Maros
Melalui momentum Hari Sumpah Pemuda ke-97 tahun 2025, Bawaslu Maros berharap semangat nasionalisme yang diwariskan para pendiri bangsa dapat diterjemahkan oleh generasi muda dalam bentuk kepedulian terhadap proses demokrasi di tingkat lokal.
“Bawaslu Maros membuka ruang kolaborasi bagi pemuda untuk ikut terlibat dalam kegiatan pengawasan pemilu partisipatif. Karena masa depan demokrasi kita ada di tangan mereka,” pungkas Sufirman.


















