Grab
Grab
Grabe Grabe Grabe

Pekerja Maros Gelar Aksi di Kantor BPKP Sulsel, Desak Transparansi Audit

banner 120x600
banner 468x60

Maros – Sejumlah pekerja yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Cabang Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPC KSPSI) Kabupaten Maros menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor BPKP Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan, Jumat (7/11/2025).

Ratusan Buruh Geruduk Kejari Maros, Desak Usut Dugaan Korupsi Gaji  Outsourcing - KabarMakassar.com
Pekerja Maros Gelar Aksi di Kantor BPKP Sulsel, Desak Transparansi Audit

Meskipun jumlah peserta aksi tidak besar, demonstrasi berlangsung dengan semangat tinggi. Para pekerja membawa spanduk dan poster bertuliskan tuntutan transparansi serta keadilan dalam proses audit yang dilakukan BPKP Sulsel.

banner 325x300

Desak Jawaban Surat Klarifikasi

Koordinator aksi, Rizal Djamal, menyampaikan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan atas sikap BPKP Sulsel yang dinilai tidak responsif terhadap surat klarifikasi yang telah disampaikan oleh pihak KSPSI sejak 22 Oktober 2025.

“Kami sudah bersurat secara resmi hampir tiga minggu lalu, tapi sampai hari ini tidak ada tanggapan. Ini bukan sekadar soal administrasi, tetapi menyangkut nasib para pekerja,” ujar Rizal dalam orasinya.

Menurut Rizal, surat klarifikasi tersebut berkaitan dengan hasil audit tertentu yang dianggap berdampak pada hak-hak pekerja di Kabupaten Maros. KSPSI menilai, keterlambatan respon dari BPKP mencederai semangat transparansi dan akuntabilitas lembaga negara.

Baca Juga :  Kemenkum Sulsel Dampingi KMP Tamalanrea Daftarkan Merek Kolektif

Tuntut Transparansi dan Keadilan

Dalam aksinya, para demonstran menuntut agar BPKP Sulsel memberikan penjelasan terbuka terkait hasil audit yang menjadi dasar sejumlah kebijakan perusahaan yang dinilai merugikan pekerja. Mereka juga meminta agar proses audit dilakukan secara objektif dan tidak berpihak.

“Kami tidak ingin menuduh, kami hanya menuntut kejelasan. Jika audit dilakukan secara transparan, maka semua pihak akan menerima hasilnya dengan lapang dada,” tegas Rizal.

Para pekerja menilai bahwa keterbukaan informasi publik merupakan hak yang dijamin undang-undang. Oleh karena itu, mereka berharap BPKP Sulsel segera memberikan jawaban resmi atas surat klarifikasi yang diajukan.

Aksi Berjalan Kondusif

Aksi yang berlangsung sekitar dua jam itu mendapat pengamanan dari aparat kepolisian. Situasi di lokasi tetap kondusif tanpa insiden berarti.

Sebelum membubarkan diri, perwakilan demonstran sempat menyerahkan surat pernyataan sikap kepada petugas keamanan BPKP Sulsel untuk diteruskan kepada pimpinan lembaga tersebut.

“Kami berharap BPKP tidak menutup diri. Jika tidak ada respon dalam waktu dekat, kami akan kembali dengan massa yang lebih besar,” tutup Rizal.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak BPKP Sulsel belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan para pekerja tersebut.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *