Maros – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman merespons cepat kondisi sawah yang terendam banjir di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dengan menyediakan bantuan berupa pompa air untuk mendukung proses pompanisasi. Langkah ini diambil setelah laporan dari pemerintah daerah yang menyebutkan ribuan hektare lahan padi petani terendam akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.

Amran menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk menjaga ketahanan pangan nasional dengan memastikan lahan pertanian tetap produktif. Ia meminta jajarannya segera menyalurkan pompa air ke lokasi-lokasi terdampak agar proses penyelamatan tanaman padi dapat dilakukan secepat mungkin.
Baca Juga : Wakil Ketua DPD RI dukung transformasi pertanian demi ketahanan pangan
Cegah Gagal Panen dan Rugi Petani
Menurut data dari Dinas Pertanian setempat, genangan air telah merusak saluran irigasi dan menghambat pertumbuhan tanaman padi yang sedang memasuki fase vegetatif. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini berpotensi menyebabkan gagal panen dan kerugian besar bagi petani. Bantuan pompanisasi yang diberikan oleh Kementerian Pertanian diharapkan dapat mempercepat surutnya air di areal persawahan sehingga petani bisa kembali melakukan pemeliharaan tanaman secara normal.
Selain menyediakan pompa air, Kementerian Pertanian juga menyiapkan bantuan benih padi untuk mengantisipasi kemungkinan tanaman rusak total dan harus dilakukan tanam ulang. Hal ini dilakukan agar produktivitas pertanian di Maros tidak mengalami penurunan drastis yang bisa berdampak pada pasokan pangan wilayah Sulawesi Selatan secara umum.
Dukung Kolaborasi Pusat dan Daerah
Pemerintah Kabupaten Maros menyambut baik bantuan tersebut dan berkomitmen untuk mendukung pelaksanaan pompanisasi dengan menurunkan petugas lapangan dan alat berat jika diperlukan. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan kelompok tani menjadi kunci dalam mengatasi permasalahan banjir yang kerap berulang setiap musim hujan.
Mentan berharap, melalui sinergi yang solid, sektor pertanian di Maros tetap bisa bertahan menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin tidak menentu. Ia juga mengingatkan pentingnya upaya jangka panjang seperti pembangunan infrastruktur irigasi tahan banjir dan sistem peringatan dini agar bencana serupa tidak terus mengancam lahan pertanian produktif.


















