Grab
Grab
Grabe Grabe Grabe

Chaidir Syam Presentasikan Potensi Wisata Maros ke Kementerian Pariwisata

banner 120x600
banner 468x60

Maros – Bupati Maros, Chaidir Syam, memenuhi undangan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk memaparkan master plan bisnis pariwisata Kabupaten Maros. Dalam pertemuan yang berlangsung di Jakarta, Chaidir hadir bersama Kepala Dinas Pariwisata Maros, Suwardi Sawedi, dan diterima langsung oleh Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Enik Ermawati atau yang akrab disapa Ni Luh Puspa, bersama sejumlah deputi terkait.

Chaidir Syam Paparkan Potensi Wisata Camping Maros di Kementerian Pariwisata - Maros News
Chaidir Syam Presentasikan Potensi Wisata Maros ke Kementerian Pariwisata

Paparan Master Plan Bisnis Pariwisata

Dalam presentasinya, Chaidir menjelaskan bahwa Maros memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Sulawesi Selatan. Master plan tersebut mencakup strategi pengelolaan destinasi, promosi wisata, hingga pengembangan infrastruktur pendukung. Ia menekankan pentingnya dukungan pemerintah pusat agar pengembangan pariwisata Maros lebih terarah dan berkelanjutan.

banner 325x300

“Kami menyampaikan ke Ibu Wamen soal pengembangan pariwisata di Maros serta potensinya. Bagaimana pariwisata kita ini terus bertumbuh dengan kerjasama pemerintah pusat,” ujar Chaidir.

Fokus pada Wisata Alam Bantimurung dan Rammang-Rammang

Chaidir menyoroti dua destinasi unggulan Maros yang telah dikenal luas, yaitu Taman Wisata Alam Bantimurung dan kawasan karst Rammang-Rammang. Bantimurung yang dijuluki The Kingdom of Butterflies terus dikembangkan agar mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara dengan fasilitas ramah pengunjung. Sementara itu, Rammang-Rammang yang memiliki bentang alam karst spektakuler termasuk salah satu yang terbesar di dunia, dinilai berpotensi menjadi ikon pariwisata kelas internasional.

Baca Juga : Propam Polres Maros Sidak Gawai Personel

Kedua destinasi ini, menurut Chaidir, akan menjadi tulang punggung pariwisata Maros. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya dukungan infrastruktur, promosi global, serta keterlibatan masyarakat lokal agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara luas.

Agenda Tahunan untuk Daya Tarik Wisata

Selain mengembangkan destinasi, Chaidir juga menyampaikan beberapa agenda tahunan yang telah dirancang sebagai bagian dari strategi promosi wisata. Festival budaya, lomba olahraga berbasis alam, hingga event kreatif masyarakat akan terus digelar untuk meningkatkan daya tarik wisata Maros. Dengan adanya event berkesinambungan, diharapkan wisatawan memiliki lebih banyak alasan untuk datang dan kembali ke Maros.

Harapan Kolaborasi dengan Pemerintah Pusat

Pertemuan ini diharapkan menjadi pintu masuk kolaborasi lebih erat antara pemerintah daerah Maros dan Kemenparekraf. Chaidir menegaskan bahwa pengembangan pariwisata bukan hanya soal meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan daerah, serta menjaga kelestarian alam dan budaya Maros.

Dengan dukungan pemerintah pusat dan keterlibatan masyarakat, Maros optimis mampu memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi unggulan pariwisata di Indonesia timur.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *