Maros – Menteri Agama Republik Indonesia, Anre Gurutta Prof Dr H Nasaruddin Umar MA (66), dijadwalkan melakukan ziarah ke makam tokoh Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus mursyid 12 Tarikat Khalwatiyah Jusuf Al Makassary, Syeikh Sayyid al-Habib KH Jamaluddin Assegaf atau Puang Ramma (1919-2006), di Tambua, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, Sabtu (4/10/2025).

Agenda ini berlangsung setelah seremoni pencanangan Maros sebagai Kota Waqaf yang dipusatkan di Kompleks Kantor Bupati Maros pada pagi harinya. Usai shalat Zuhur, Menag dijadwalkan menuju Tambua untuk melaksanakan ziarah.
Sosok Ulama Kharismatik
Puang Ramma dikenal sebagai salah satu tokoh penting di Sulawesi Selatan, khususnya dalam dunia tarekat. Beliau adalah mursyid ke-12 Tarikat Khalwatiyah Jusuf Al Makassary, tarekat yang berakar dari ajaran ulama besar Sulawesi Selatan, Syeikh Yusuf Al-Makassari. Selain menjadi mursyid, beliau juga aktif membina masyarakat dalam kehidupan keagamaan, sosial, dan budaya.
Kehidupan Puang Ramma yang sederhana dan penuh pengabdian menjadikannya figur kharismatik yang dihormati, tidak hanya di Maros tetapi juga di berbagai daerah lain. Hingga kini, makamnya sering menjadi tujuan ziarah jamaah dari berbagai daerah untuk mengenang jasa dan mengambil teladan dari perjuangannya.
Baca Juga : Pohon Kelapa Tumbang Menimpa SDN 14 Samangki Maros, 5 Murid Terluka
Makna Ziarah Menag
Menurut Dr Qomaruddin, sekretaris pribadi KH Abdul Rahim Djamaluddin Assegaf Puang Makka—putra ke-5 Puang Ramma—ziarah Menteri Agama ini menjadi momen penting bagi keluarga besar dan para murid almarhum. Kehadiran Menag dinilai sebagai penghormatan sekaligus pengakuan atas jasa besar Puang Ramma dalam membina umat dan melestarikan ajaran tarekat di Sulawesi Selatan.
Ziarah ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat, serta menjadi pengingat tentang pentingnya menjaga nilai-nilai spiritual dan tradisi Islam di tengah dinamika kehidupan modern.
Harapan dari Masyarakat
Masyarakat Maros menyambut baik agenda ziarah ini. Bagi mereka, kehadiran Menteri Agama bukan hanya bentuk penghormatan kepada seorang ulama besar, tetapi juga sinyal positif bahwa pemerintah mendukung pelestarian tradisi keagamaan yang hidup di tengah masyarakat.
Dengan adanya momentum ini, diharapkan nilai-nilai spiritual yang diwariskan oleh Puang Ramma dapat terus diamalkan oleh generasi muda, serta memperkuat ikatan ukhuwah Islamiyah di Sulawesi Selatan.
Ziarah Menag ke makam Puang Ramma juga menegaskan pesan bahwa tokoh agama merupakan pilar penting dalam perjalanan bangsa, yang warisan ilmunya harus terus dijaga dan diwariskan lintas generasi.


















