Grab
Grab
Grabe Grabe Grabe

18 Siswa Maros Ikuti Program Sekolah Rakyat Tahap II, Prioritas untuk Keluarga Prasejahtera

banner 120x600
banner 468x60

Maros – Sebanyak 18 siswa dari lima kecamatan di Kabupaten Maros diberangkatkan untuk mengikuti Program Sekolah Rakyat tahap II. Peserta berasal dari keluarga prasejahtera yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), hasil verifikasi Badan Pusat Statistik (BPS).

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Maros, Andi Zulkifli Riswan Akbar atau akrab disapa Andi Riris, mengatakan program ini merupakan inisiatif Presiden untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
“Peserta program ini diutamakan dari keluarga prasejahtera agar mereka mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas,” ujarnya, Kamis (14/8/2025).

banner 325x300
38 Siswa Asal Maros Dikirim ke Makassar untuk Sekolah Rakyat
18 Siswa Maros Ikuti Program Sekolah Rakyat Tahap II, Prioritas untuk Keluarga Prasejahtera

Menurutnya, Dinas Sosial berperan sebagai perangkat daerah yang menangani Program Sekolah Rakyat dengan dukungan Program Keluarga Harapan (PKH). Tahun ini, Kabupaten Maros telah mengirimkan dua gelombang peserta, yakni tahap pertama sebanyak 43 orang dan tahap kedua sebanyak 18 orang.

Baca Juga : 300 Orang Tua dan Balita Ikuti Edukasi Jaga Kulit di 1.000 HPK

Program Sekolah Rakyat 2025 merupakan tahun rintisan yang dilaksanakan di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulawesi Selatan. Ke depan, pelaksanaannya akan dilakukan di kabupaten/kota jika daerah dinyatakan siap secara infrastruktur dan SDM pengajar.

DTSEN sendiri adalah basis data yang memetakan masyarakat ke dalam kategori sejahtera dan prasejahtera, menjadi acuan penentuan peserta program agar tepat sasaran.

Bupati Chaidir Syam: Sekolah Rakyat Adalah Peluang Emas untuk Generasi Muda

Bupati Maros, Chaidir Syam, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap program ini. Ia menilai, kesempatan ini dapat membuka jalan bagi anak-anak Maros untuk meraih masa depan yang lebih baik.
“Semoga Program Sekolah Rakyat dapat mewujudkan cita-cita anak-anak dan membahagiakan orang tua mereka. Ini adalah peluang besar untuk masa depan generasi muda Maros,” tuturnya.

Chaidir menambahkan, selain memberikan akses pendidikan, program ini juga menjadi salah satu strategi pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan.

Di tahap kedua ini, para siswa yang terpilih akan mendapatkan pembelajaran intensif, termasuk penguatan keterampilan hidup (life skills), wawasan kebangsaan, serta pelatihan praktis sesuai minat dan bakat masing-masing. Materi tersebut diharapkan dapat membekali mereka dengan kemampuan yang berguna untuk bersaing di dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Dengan adanya dua tahap pengiriman peserta di tahun ini, Pemerintah Kabupaten Maros berharap jumlah siswa penerima manfaat dapat terus bertambah pada periode berikutnya, sehingga semakin banyak anak dari keluarga prasejahtera yang memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan layak.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *