MAROS – Sejumlah harga bahan pokok di Pasar Tradisional Modern Maros mulai mengalami kenaikan menjelang akhir tahun 2025. Para pedagang menyebut kenaikan tersebut dipicu oleh meningkatnya permintaan masyarakat serta terganggunya distribusi akibat kondisi cuaca yang tidak menentu dalam beberapa pekan terakhir.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa kenaikan harga terjadi pada beberapa komoditas utama yang banyak dibutuhkan rumah tangga. Masyarakat pun mulai merasakan dampaknya, terutama mereka yang rutin berbelanja kebutuhan harian di pasar tersebut.
Gula Pasir Naik Hingga Rp20 Ribu per Kilogram
Rostina, salah satu pedagang bahan campuran di pasar, mengungkapkan bahwa harga gula pasir kini dijual pada kisaran Rp19 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram.
“Padahal sebelumnya masih berada di kisaran Rp18 ribu. Kenaikannya mulai terasa sejak beberapa hari terakhir,” ujarnya, Sabtu (15/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa kenaikan tersebut dipicu oleh distribusi barang yang mulai tersendat. Beberapa pemasok disebut mengalami kendala akibat intensitas hujan yang cukup tinggi, sehingga pengiriman tidak lagi berjalan lancar seperti sebelumnya.
Baca Juga : Proyek Irigasi APBN 2025 Diduga Langgar Aturan Pengadaan, PERAK Siapkan Laporan ke APH
Kenaikan Komoditas Lain Mulai Terlihat
Selain gula pasir, sejumlah komoditas lain juga mulai menunjukkan tren kenaikan. Beberapa di antaranya adalah bawang merah, cabai rawit, minyak goreng, serta telur ayam ras. Meski kenaikannya bervariasi, para pedagang mengaku kondisi ini terjadi hampir setiap akhir tahun.
“Biasanya menjelang pergantian tahun, permintaan meningkat karena banyak acara keluarga dan kegiatan perayaan. Ditambah lagi cuaca buruk membuat stok kadang terlambat datang,” kata seorang pedagang lainnya.
Pembeli pun mengeluhkan perubahan harga ini, terutama bagi mereka yang memiliki usaha makanan rumahan dan sangat bergantung pada stabilitas harga komoditas.
Pedagang Harap Pemerintah Pantau Distribusi
Para pedagang berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat melakukan pemantauan terhadap distribusi kebutuhan pokok agar tidak terjadi kenaikan harga yang terlalu tinggi. Selain itu, mereka meminta adanya penambahan pasokan terutama untuk komoditas yang paling sering mengalami lonjakan harga.
“Kalau stok lancar, harga biasanya kembali stabil. Kami sebagai pedagang tentu berharap kondisi segera membaik,” tutur Rostina.
Kenaikan harga menjelang akhir tahun menjadi fenomena tahunan yang kerap dikeluhkan masyarakat. Pemerintah daerah diharapkan dapat mengambil langkah mitigasi agar stabilitas harga tetap terjaga dan daya beli masyarakat tidak semakin tertekan.


















