Grab
Grab
Grabe Grabe Grabe

Kembangkan Garam Krosok, Tim Garam Unhas Gandeng Tim Pakar Garam Universitas Trunojoyo Madura

banner 120x600
banner 468x60

Maros — Upaya meningkatkan kualitas dan nilai tambah produksi garam di Kabupaten Maros terus dilakukan. Dalam rangka mengembangkan garam krosok lokal agar mampu bersaing di pasar nasional, Tim Peneliti Garam Universitas Hasanuddin (Unhas) yang diketuai oleh Prof. Indah Raya, menggandeng Tim Pakar Garam dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM).

Kolaborasi ini difokuskan untuk menyusun studi kelayakan bisnis dan model bisnis garam Maros berbasis modern dan berkelanjutan.

banner 325x300
Kembangkan Garam Krosok, Tim Garam Unhas Gandeng Tim Pakar Garam  Universitas Trunojoyo Madura
Kembangkan Garam Krosok, Tim Garam Unhas Gandeng Tim Pakar Garam Universitas Trunojoyo Madura

Dari Produksi Tradisional Menuju Sistem Modern Komunal

Kabupaten Maros selama ini dikenal memiliki potensi besar dalam produksi garam, terutama garam krosok hasil olahan masyarakat pesisir. Namun, metode yang digunakan masih bersifat tradisional dan individual, sehingga produktivitas serta kualitas produk belum optimal. Melalui kerja sama antara Unhas dan UTM, para peneliti berupaya mentransformasi sistem produksi menjadi lebih modern, efisien, dan terintegrasi dalam model komunal.

Baca Juga : Seminar SWSC Unismuh Makassar Dorong Kesadaran Lingkungan dan Wirausaha Hijau

Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat posisi petani garam lokal, mengoptimalkan rantai pasok, serta membuka peluang ekspor di masa mendatang. Selain itu, sistem produksi komunal juga diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk garam krosok Maros sekaligus memperbaiki kesejahteraan masyarakat pesisir.

UTM Hadirkan Keahlian dalam Bisnis dan Teknologi Garam

Sebagai universitas yang dikenal dengan keunggulannya di bidang teknologi dan industri garam, Universitas Trunojoyo Madura membawa pengalaman dalam pengembangan berbagai model bisnis garam di wilayah pesisir Jawa Timur. Melalui kerja sama ini, tim UTM akan membantu merancang kelayakan usaha, pola distribusi, serta strategi branding produk garam Maros agar mampu masuk ke pasar modern dan industri hilir seperti kosmetik, farmasi, dan kuliner.

“Garam Maros punya potensi luar biasa, tinggal bagaimana kita mengelola dan mengemasnya dengan pendekatan teknologi dan bisnis yang tepat,” ujar salah satu pakar garam UTM dalam kesempatan diskusi bersama tim Unhas.

Langkah Strategis Dorong Ekonomi Pesisir

Kolaborasi dua perguruan tinggi ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga sosial-ekonomi. Melalui pendampingan dan pelatihan, para petani garam diharapkan dapat meningkatkan kapasitas manajemen dan produksi sesuai standar industri.

Prof. Indah Raya menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Unhas dalam mendukung pengembangan ekonomi biru dan kemandirian pangan nasional, terutama di sektor garam. Dengan sinergi lintas universitas, ia optimistis Maros dapat menjadi sentra garam modern di Sulawesi Selatan yang berdaya saing tinggi dan berorientasi ekspor.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *