Grab
Grab
Grabe Grabe Grabe

Lintasi Sungai Terjal Berbatuan, Ambulans di Maros Jadi Viral di Media Sosial

banner 120x600
banner 468x60

Maros – Dedikasi tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, kembali menjadi sorotan publik. Sebuah video yang memperlihatkan ambulans dobel kabin menerobos sungai deras dan jalan berbatu demi menjangkau wilayah pelosok mendadak viral di media sosial. Video ini menuai banyak apresiasi karena menggambarkan perjuangan nyata nakes dalam memberikan pelayanan kesehatan hingga ke pelosok terpencil.

Kisah Mayat Hidup Lagi Usai Ambulans Lewat Jalan Rusak
Lintasi Sungai Terjal Berbatuan, Ambulans di Maros Jadi Viral di Media Sosial

Perjalanan ekstrem itu dijalani oleh tim berjumlah 11 orang, terdiri atas dokter, bidan, perawat, hingga tenaga kesehatan masyarakat. Mereka mengemban misi rutin layanan jemput bola untuk memastikan masyarakat terpencil tetap mendapat hak layanan kesehatan yang layak.

banner 325x300

Tujuan Misi Kesehatan

Kali ini, tim bergerak menuju Dusun Bonto-Bonto, Desa Bonto Somba, Kecamatan Tompobulu. Medan yang berat tak menyurutkan semangat mereka. Di sana, mereka tidak hanya memberikan layanan pemeriksaan kesehatan umum, tetapi juga membawa program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

Program tersebut meliputi imunisasi campak rubella, vaksin tetanus difteri, hingga pemeriksaan kesehatan gigi anak sekolah. Selain itu, tim juga membagikan paket obat-obatan dasar serta memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat setempat.

Baca Juga : Serapan Pupuk Subsidi di Maros Baru 47 Persen hingga September 2025

Viral dan Tuai Apresiasi

Video perjuangan nakes Tompobulu itu cepat menyebar di berbagai platform media sosial. Warganet ramai-ramai memberikan komentar positif, menyebut mereka sebagai pahlawan kemanusiaan yang rela berkorban demi kesehatan masyarakat pedalaman. “Salut untuk tenaga kesehatan, semoga tetap diberikan kekuatan,” tulis salah satu netizen di kolom komentar.

Viralnya video tersebut juga membuka mata banyak pihak bahwa masih ada daerah di Indonesia yang aksesnya sangat terbatas. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dan tenaga medis untuk terus berinovasi dalam menjangkau wilayah yang sulit.

Harapan untuk Perhatian Lebih

Kepala Puskesmas Tompobulu menyampaikan bahwa pelayanan ke daerah pelosok merupakan tanggung jawab moral sekaligus amanah yang harus dijalankan. Meski menghadapi keterbatasan infrastruktur, pihaknya berkomitmen menjaga keberlangsungan layanan jemput bola.

Masyarakat pun berharap pemerintah daerah maupun pusat dapat memberi perhatian lebih terhadap akses transportasi di wilayah pegunungan Maros. Dengan dukungan infrastruktur yang lebih memadai, pelayanan kesehatan tidak hanya bisa berjalan lancar, tetapi juga menjangkau lebih banyak warga.

Kisah perjuangan nakes Tompobulu ini menjadi pengingat bahwa dedikasi dan keberanian tenaga kesehatan di lapangan adalah kunci utama terwujudnya layanan kesehatan merata, sekaligus inspirasi bagi banyak orang tentang arti pengabdian tanpa batas.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *