Maros – Hingga pertengahan September 2025, penyaluran pupuk subsidi di Kabupaten Maros masih terbilang lambat. Data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Maros mencatat, dari total alokasi pupuk subsidi sebanyak 26.015 ton pada tahun ini, baru 12.106 ton yang tersalur ke petani.

Angka tersebut baru mencapai sekitar 47,009 persen dari kuota yang diberikan pemerintah pusat. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena dapat memengaruhi produktivitas pertanian di daerah yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan Sulawesi Selatan tersebut.
Faktor Penyebab Keterlambatan
Sejumlah faktor disebut berkontribusi pada lambatnya serapan pupuk subsidi di Maros. Salah satunya adalah keterlambatan distribusi dari pihak penyalur serta perbedaan data antara kebutuhan di lapangan dengan alokasi dari pemerintah pusat. Selain itu, sebagian petani juga belum sepenuhnya memahami mekanisme baru penyaluran pupuk subsidi yang berbasis kartu tani atau sistem elektronik, sehingga menghambat proses penebusan.
Baca Juga: Jam Operasi Truk Tambang di Maros Dipangkas Jadi 8 Jam
Dampak Terhadap Petani
Keterlambatan ini menimbulkan keresahan di kalangan petani, terutama menjelang musim tanam berikutnya. Petani khawatir ketersediaan pupuk tidak mencukupi kebutuhan lahan mereka, sehingga berdampak pada hasil panen. Beberapa petani bahkan terpaksa membeli pupuk nonsubsidi dengan harga yang jauh lebih mahal agar tetap bisa menggarap sawahnya. Kondisi ini tentu menambah beban biaya produksi, terutama bagi petani kecil yang sangat bergantung pada pupuk subsidi.
Upaya Pemerintah Daerah
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Maros mengaku telah melakukan koordinasi dengan distributor untuk mempercepat penyaluran pupuk. Pemerintah daerah juga berupaya memperbaiki sistem pendataan agar lebih akurat sesuai dengan realita di lapangan. Selain itu, sosialisasi kepada petani terkait mekanisme penebusan pupuk subsidi terus digencarkan, agar tidak terjadi kebingungan dalam proses administrasi.
Harapan Percepatan Realisasi
Dengan masih tersisanya lebih dari 50 persen kuota pupuk subsidi hingga akhir tahun, pemerintah daerah menargetkan percepatan realisasi agar seluruh alokasi dapat tersalurkan tepat waktu. Diharapkan langkah-langkah yang telah disiapkan dapat memastikan petani tidak kekurangan pupuk pada musim tanam mendatang. Pemerintah juga meminta kerja sama semua pihak, termasuk distributor dan kelompok tani, agar penyaluran pupuk subsidi berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.


















