
Maros – Jika berkunjung ke Sulawesi Selatan, terutama wilayah Kabupaten Maros, tak lengkap rasanya tanpa mencicipi Roti Maros—kuliner khas yang sudah melegenda dan menjadi oleh-oleh wajib para pelancong. Tekstur lembut, rasa manis gurih, serta aroma khasnya membuat roti ini selalu diburu wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.
Roti Maros pertama kali populer pada era 1980-an dan hingga kini masih eksis serta berkembang pesat. Tampilannya yang sederhana—biasanya berbentuk roti sobek dengan isian krim susu, cokelat, atau keju—ternyata menyimpan cita rasa autentik yang sulit ditemukan pada roti-roti modern.
“Saya selalu beli Roti Maros kalau lewat sini. Rasanya tidak berubah sejak dulu, tetap lembut dan enak,” kata Irma, wisatawan asal Makassar, yang mengaku sering menitip oleh-oleh ke kerabat.
Keunikannya terletak pada adonan tradisional yang masih mempertahankan resep asli turun-temurun. Roti ini diolah tanpa bahan pengawet, menjadikannya pilihan favorit bagi pecinta kuliner sehat. Proses produksinya juga masih banyak yang dilakukan secara manual, menjaga cita rasa klasik yang khas.
Nikmatnya Roti Maros, Oleh-Oleh Khas Sulsel yang Melegenda
Terdapat beberapa varian yang populer, seperti Roti Maros isi susu, cokelat, keju, dan kombinasi kacang. Namun, varian susu tetap menjadi primadona karena rasa manisnya yang pas dan teksturnya yang lumer di mulut.
Roti ini dapat dengan mudah ditemukan di toko-toko oleh-oleh, stasiun kereta api, dan bandara di Sulsel. Harganya pun terjangkau, mulai dari Rp10.000 hingga Rp25.000 tergantung varian dan ukuran.
Baca Juga : TPP ASN Maros Rp4,5 Miliar Belum Cair, Sekda Masih Hitung Cashflow
Selain dijadikan oleh-oleh, banyak juga masyarakat lokal yang menjadikan Roti Maros sebagai menu sarapan atau teman minum teh di sore hari. Hal ini membuat permintaan terhadap Roti Maros tidak pernah surut, bahkan semakin meningkat seiring dengan promosi pariwisata Sulsel yang semakin gencar.
Pemerintah Kabupaten Maros pun ikut mendukung pengembangan UMKM produsen melalui pelatihan dan promosi. Harapannya, kuliner ini dapat terus eksis dan menembus pasar nasional hingga internasional.
“Roti Maros bukan sekadar roti, tapi warisan budaya kuliner yang harus dijaga dan dikembangkan,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Maros.
Dengan kelezatan dan nilai historisnya, tidak heran jika Roti Maros menjadi ikon kuliner Sulsel yang tak lekang oleh waktu. Jadi, jika Anda berkunjung ke Maros, pastikan tidak melewatkan cita rasa istimewa dari roti legendaris ini.


















