Maros – Tim Penilai Adipura mulai melakukan penilaian di sejumlah titik strategis di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Kamis (13/11/2025) sore. Salah satu lokasi yang menjadi fokus utama adalah Pasar Tradisional Modern (Tramo) Maros, yang dinilai sebagai kawasan vital dalam mewujudkan lingkungan bersih, sehat, dan tertib.

Kehadiran tim Adipura ini menandai dimulainya rangkaian evaluasi tahunan terhadap kebersihan kota dan pengelolaan lingkungan. Pemerintah Kabupaten Maros menyiapkan berbagai fasilitas pendukung untuk memastikan lokasi-lokasi yang menjadi sasaran penilaian berada dalam kondisi optimal.
DLH Maros: Penilaian Adipura Rutin Dilakukan Tiap Tahun
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 serta Peningkatan Kapasitas pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Maros, Suyuti Yahya, mengatakan bahwa kegiatan penilaian oleh tim Adipura merupakan agenda rutin yang digelar setiap tahun.
“Memang setiap tahun ada bulan tertentu di mana tim penilai Adipura hadir di Kabupaten Maros sebagai bentuk penilaian kota bersih,” jelas Suyuti saat ditemui usai mendampingi tim melakukan pengecekan di Pasar Tramo.
Ia menuturkan bahwa Kabupaten Maros sebelumnya telah menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Adipura. “Sebelumnya, Maros sudah sembilan kali meraih penghargaan Adipura kategori kota kecil di Kecamatan Turikale. Tahun ini kami upayakan meningkat menjadi predikat Kabupaten Bersih,” ujarnya.
Baca Juga : Dosen UMI Perkenalkan Filtrasi Air di SD Rappojawa
Upaya Pemerintah Tingkatkan Kualitas Pengelolaan Lingkungan
Sebagai bentuk persiapan, DLH Maros bersama sejumlah instansi terkait memperkuat pengelolaan sampah, memperbaiki sarana kebersihan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan. Pasar Tramo dipilih sebagai titik sorotan karena merupakan pusat aktivitas ekonomi yang memiliki intensitas produksi sampah cukup tinggi.
Selain Pasar Tramo, tim penilai juga dijadwalkan meninjau area taman kota, perumahan, fasilitas umum, dan kawasan padat penduduk untuk memastikan standar kebersihan terpenuhi. Penilaian mencakup aspek pengelolaan sampah, ruang terbuka hijau, kualitas udara, hingga partisipasi masyarakat.
Harapan Maros Raih Predikat Lebih Tinggi
Pemerintah daerah berharap evaluasi tahun ini dapat meningkatkan posisi Maros dalam ajang Adipura dan memperkuat citra kabupaten sebagai wilayah yang peduli lingkungan. “Kami berharap seluruh elemen masyarakat dapat ikut mendukung. Kebersihan kota bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama,” tambah Suyuti.
Dengan penilaian yang tengah berlangsung, Maros menargetkan hasil maksimal sekaligus mempertegas komitmennya dalam menciptakan lingkungan hidup yang layak dan berkelanjutan.


















